Blogger Widgets

Pages

Subscribe:
Rony Syahputra Psikologi Pendidikan

Ads 468x60px

.

Labels

Senin, 04 Juni 2012

Apa itu Paedagogi???


Paedagogi adalah atau seni dalam menjadi seorang guru. Istilah ini merujuk pada strategi pembelajaran atau gaya pembelajaran. Paedagogi juga kadang-kadang merujuk pada penggunaan yang tepat dari strategi mengajar. Sehubungan dengan strategi mengajar itu, filosofi mengajar diterapkan dan dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan dan pengalamannya, situasi pribadi, lingkungan, serta tujuan pembelajaran yang dirumuskan oleh peserta didik dan guru. Salah satu contohnya adalah aliran pemikiran Sokrates.

Testimoni Hasil Survey

Kali ini saya berkesempatan membuat survey online, Saya mengangkat judul tentang Pengaruh Teman dalam Motivasi Belajar. Tujuan saya melakukan seurvey ini adalah dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah psikologi Pendidikan, selain itu saya juga tertarik untuk mengetahui apakah teman mempengaruhi motivasi belajar seseorang. saya sangat senang dapat diberi kesempatan melakukan survey online ini karena saya mendapat pengalaman awal melakukan survey yang nantinya disemester lanjutan saya di Fakultas Psikologi ini akan sering saya temui. baiklah, berikut hasil survey saya.

Jumat, 11 Mei 2012

Resume Diskusi : Blended Learning

Putri Azura Ulandari (11-034)
Nissa Aztarid S (11-076)


Apa itu Blended Learning ?
Blended learning istilah yang berasal dari bahasa inggris, yang terdiri dari dua suku kata, blended dan learning. Blended merupakan campuran, kombinasi yang baik. Sedangkan learning merupakan pembelajaran.
Sedangkan menurut Harding, Kaczynski dan Wood, 2005, Blended learning merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran tradisonal tatap muka dan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan sumber belajar online dan beragam pilihan komunikasi yang dapat digunakan oleh guru dan siswa Pelaksanaan pendekatan ini memungkinkan penggunaan sumber belajar online, terutama yang berbasis web, dengan tanpa meninggalkan kegiatan tatap muka. Dengan pelaksanaan blended learning ini, pembelajaran berlangsung lebih bermakna karena keragaman sumber belajar yang mungkin diperoleh.


Kamis, 10 Mei 2012

Testimoni Kuliah Psikologi Pendidikan Jum'at 11 Mei 2012


Awalnya saya pusing apa itu Blended learning, sama dengan waktu ibu dina memberi tugas diskusi tentang Ubiquitos Computing. Huah jujur saya benar-benar pusing setiap mau masuk mata kuliah Psikologi Pendidikan ini. banyak hal-hal asing yang saya dapat. Hari ini Jum'at tanggal 11 kuliah psikologi Pendidikan tidak seperti biasanya yaitu dengan diskusi kelompok secara face to face, melainkan diskusi melalui online. Rasa pusing yang saya dapat sudah saya alami sejak ibu dina memposting apa yang harus kami lakukan sebelum masuk kelas pendidikan yaitu dengan mencari tahu tentang verbatim yang sama sekali belum kami ketahui itu apa. Saya dan anggota kelompok saya Putri Azura dan Nissa Aztarid bingung mengenai hal ini. Lagi-lagi setelah cari tahu sana-sini akhirnya kami mengerti tentang verbatim. nah setelah kami siap dengan kelompok kami akhirnya hari ini kami berdiskusi dengan kelompok secara online. Menurut saya hal ini tidak terlalu baru bagi saya karena layanan seperti ini juga bisa diakses dari facebook. Kami sangat bersyukur hari ini karena disaat yang lain memiliki masalah dengan jaringan internet dikelompoknya, kelompok kami tidak mengalami hal yang serupa karena kami bisa lancar berdiskusi. Materi diskusi hari ini adalah blended learning. Apa itu blended learning? sudah saya posting secara lengkap di postingan sebelum ini. Intinya saya dan kelompok saya selalu pusing sebelum masuk psikologi pendidikan, tyetapi setelah kuliah selesai banyak yang saya dapat :).

Gender and Sexual Orientation


BAB I
Gender and Sexual Orientation
Gender pada awalnya diambil dari kata dalam bahasa arab Jinsiyyun yg kemudian diadopsi dalam bahasa Perancis dan Inggris menjadi Gender.Gender dapat diartikan sebagai perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam peran, fungsi, hak,  tanggungjawab, dan perilaku yg dibentuk oleh tata nilai sosial, budaya dan adat istiadat, dengan kata lain Gender adalah pengalaman psikologi seseorang terhadap salahsatu Seks/Jenis kelamin.
Konsep gender berbeda dengan Seks / jenis kelamin. Seks adalah karakteristik genetik fisiologik atau  biologis seseorang yg menunjukkan dan membedakan apakah dia seorang perempuan atau laki-laki.
2 aspek penting dalam gender
1.      Gender Identity (Identitas Gender)
Pandangan seseorang terhadap dirinya sendiri sebagai perempuan atau laki-laki.
2.      Gender Role (Peran Gender)
Peran yang dipandang layak oleh suatu masyarakat dalam suatu budaya tertentu untuk diberikan kepada laki-laki & perempuan. Peran gender inilah yang menunjukkan identitas gender kita.

Blended Learning

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dunia Pendidikan di era globalisasi saat ini dituntut untuk mempersiapkan peserta didik menampilkan keunggulan dirinya yang cerdas, kreatif serta mandiri. Pendidikan yang bermutu harus mencakup 2 dimensi yakni orientasi akademis dan orientasi ketrampilan hidup yang esensial. Orientasi akademis menitik beratkan pada peserta didik, sedangkan orientasi ketrampilan hidup memberi bekal kepada peserta didik untuk dapat survive di kehidupan nyata.
Teknologi Informatika yang telah menjadi mata pelajaran di TK/SD/SMP/SMA menuntut sekolah agar memfasilitasi media pembelajarannya. Dan ini harus dikelola dengan manajemen sekolah yang baik, dengan ditunjang sistem, metode, sarana dan prasarana yang baik dan memadai, Sistem pembelajaranpun harus dapat memberikan kesempatan pada peserta didik yang memiliki potensi lebih untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan potensinya. Serta metode yang digunakan harus dapat menstimulan potensi dan bakat peserta didik agar lebih maksimal. sehingga dapat mengcover kebutuhan siswa dan tantangan perkembangan teknologi.

PENDIDIKAN DI SLB A


1. Bagaimana pendidikan di SLB A?

Jawab :
Pendidikan do SLB A berbentuk segregasi, dimana anak-anak tuna netra dipisahkan dengan anak-anak normal. Strategi pembelajaran pada anak-anak tuna netra pada dasarnya sama dengan strategi pembelajaran bagi anak awas, hanya saja dalam pelaksanaannya diperlukan modifikasi sehingga materi yng disampaikan dapat ditangkap oleh anak tuna netra melalui indera-indera yang masih berfungsi.